Profil Vempi Satriya Adi Hendrawan

Januari 08, 2016

Tulisan ini adalah kutipan bio saya di buku "Surga di Negeri Liu-liu".Buku  "Surga di Negeri Liu-liu" merupakan buku hasil karya Tim KKN BBL-11 Desa Pulau Seliu Kabupaten Belitung. Buku ini menceritakan tentang perjalanan 30 mahasiswa yang mengabdi di sebuah pulau terpencil di kabupaten Belitung.Selengkapnya dapat di lihat di website kami: seliuindonesia.com

Vempi, pemuda asal Ngawi Jawa Timur ini merupakan mahasiswa Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada. Waktu kuliahnya banyak diisi dengan kegiatan kampus dan perlombaan di bidang yang kini digelutinya. Lembaga yang pernah diikuti adalah Keluarga Mahasiswa Teknik Sipil sebagai staf Bidang Pendidikan dan Penilitian, Civil Study Club sebagai ketua sekaligus pendiri, Keluarga Muslim Teknik sebagai staf syiar, dan Cendekia Teknika sebagai staf biro PSDM. Salah satunya Pengalamannya yang paling berkesan adalah ketika merintis dari nol sebuah wadah akademik dan perlombaan di jurusannya pada tahun 2013 bersama 13 teman seangkatannya. Wadah tersebut bernama CSC (Civil Study Club). Kini, setelah dua tahun berdiri, lembaga yang baru terbentuk tersebut telah menghasilkan banyak prestasi mahasiswa ditingkat regional maupun nasional sekaligus mempelopori budaya riset dan lomba yang sebelumnya belum banyak digiatkan di Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan.

Selain aktif di kegiatan kampus dan perlombaan akademik. Pria yang juga mempunyai hobby desain grafis dan olahraga ini pernah mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan. Berawal dari sebuah ide pelestarian Budaya Aksara jawa, PKM yang diusung bersama dua kawannya memperoleh dana hibah DIKTI dua tahun berturut-turut pada tahun 2013 dan 2014. Namun keduanya belum berkesempatan untuk dipresentasikan di ajang PIMNAS.

Pada tahun 2013 ia mendapatkan full scholarship dari PT SAMSUNG ELECTRONICS yang diperoleh hingga semester 8, bersama 9 mahasiswa UGM lainnya melaui rangkaian seleksi. Menurutnya apa yang telah dicapai selama ini murni semata pemberian dari Allah SWT.

Orang tuanya yang dulu sebagai pegawai di salah satu BUMN, membuat ia dan keluarga banyak berpindah rumah dari kota satu ke kota lainnya, sekolah satu ke sekolah lainnya. Pengalaman tersebut telah membentuknya menjadi pribadi yang adaptif di berbagai lingkungan. Itulah yang membuat ia selalu tertarik berkegiatan di berbagai bidang mulai dari olahraga hingga perlombaan akademik serta senang bersosialisasi di berbagai lingkungan. Termasuk keinginananya untuk bisa merasakan kehidupan lain di luar daerah terpencil di Indonesia. Melalui program Kuliah Kerja Nyata, akhirnya pada tahun 2015, ia yang juga sekaligus ditunjuk sebagai koordinator Mahasiswa Unit diberi kesempatan untuk hidup bersama masyarakat selama dua bulan di salah satu pulau terpencil di Indonesia bersama 29 orang mahasiswa lainnya dari berbagai jurusan di UGM.  Menurutnya, hal tersebut adalah pengalaman yang tak terlupakan selama hidupnya. Pengalaman yang telah mengajarkan jutaan pelajaran berharga untuknya.

Melalui KKN, ia banyak belajar tentang cara berkomunikasi, bekerja sama dalam tim, me-manage masalah, bertanggung jawab dan tentunya yang paling utama adalah tentang kepemimpinan. Dua bulan yang membuatnya semakin paham akan realita kehidupan bangsa yang sebenarnya. Harapannya pada suatu saat nanti ia dapat menjadi manusia yang lebih bermanfaat untuk masyarakat dan orang-orang disekelilingnya.

You Might Also Like

0 komentar

Subscribe