Berenang Dalam Lautan Ilmu Pengetahuan

Mei 20, 2015



Hari yang cukup berkesan. Hari penuh hikmah dan pelajaran.
Siang bergelut dengan perang batin. Terbersit kekecewaan dan timbul pertanyaan-pertanyaan untuk diri sendiri. Yah, memang kekecewaan amat kita butuhkan sebagai pelecit semangat yang membakar diri untuk lebih baik dan lebih baik lagi.

Mengapa bisa timbul kekecewaan tersebut? ya, tak lain dan tak bukan adalah karena kesalahan yang saya perbuat sendiri. Sebuah ketidak sempurnaan yang harus saya perbaiki kedepannya. Alhamdulillahirobbilalamin. Ya Allah terimakasih engkau bukakan petunjuk kepada hambamu ini. Sebagai perbaikan hamba yang masih rusak ini.

Saya masih terngiang ngiang dengan perkataan salah satu dosen saya. Beliau dosen teladan se-Indonesia. Memang beliau adalah orang hebat yang pernah saya temui disini. tak hanya sebatas label tersemat, namun benar -benar beliau menunjukkan perbedaan sebagai seorang untuk motivator para mahasiswa-mahasiswanya.
Kuliah ini merupakan kesempatan kita untuk berenang-renang dalam lautan ilmu, jadi manfaatkan semaksimal mungkin!
 Ternyata anggapan saya selama ini terhadap dosen sipil tidak seluruhnya benar. ada warna yang berbeda disini. warna yang cukup terang menerangi kami mahasiswa.
Tak cukup mengajar biasa, menyampaikan materi seperti biasa, namun bagaimana membuat impact maksimal dan menekan batas kemampuan kita untuk belajar, belajar dan belajar memahami konsep. Bukan hafalan belaka. Memang awalnya cukup menegangkan untuk sekedar menunggu ditunjuk dan harus menjawab pertanyaan beliau. Namun dari situlah muncul motivasi yang lebih untuk mempelajari konsep tentang suatu bahasan kuliah. Ya, itu menurut saya cukup keren sebagai model pembelajaran yang memberikan dampak yang cukup besar bagi perkembangan mahasiswa.
Sekali kali mahasiswa memang perlu dipermalukan dikelas, agar kedepannya tidak melakukan kesalahan. Karena didunia pasca kampus tidak akan ada toleransi terhadap kesalahan yang kita perbuat! Pilih malu disini atau di luar sana?
Itulah sekelumit cerita tentang beliau. Memang kelas kami baru diajar oleh beliau baru disemester 6 ini. Sebelumnya? ya, kami hanya mendengar cerita hebat beliau dari mulut kemulut saja, haha maklum jika kami sangat heboh dan tegang tentunya saat dikelas, karena memang ini merupakan pengalaman pertama kita dengan beliau.

Ada -ada saja ketika beliau bercerita tiba-tiba mendapatkan surat kaleng yang menyatakan protes terhadap model pembelajaran yang beliau terapkan. Subjek dalam surat tersebut merasa keberatan jika beliau terlalu menekan mahasiswa dan dianggap sebagai sebuah ketidak respect-an kepada mahasiswa serta Menurunkan kepercayaan diri mahasiswa. Begitulah kira-kira isi dari surat tersebut. Nah, menariknya beliau mendapatkan surat tersebut dari pengurus jurusan (mungkin Pak Sekjur), dan ketika itu Pak sekjur menegur Bapak Dosen tersebut. Walaupun sebenarnya bukan teguran yang teramat serius dan cenderung agak bercanda. Pak dosen menanggangapi dengan peryataan santai yang dahulu sempat beliau inginkan ketika sekitar tahun 2011. Apa yang dia katakan? Dia mengatakan lebih baik dia mundur saja dari dosen. haha. Ya, beliau sudah pernah meminta hal itu ketika sekitar tahun 2011.
Permintaan pengunduran diri tersebut beliau nyatakan tersebut tidak lama sebelum beliau mendapatkan gelar dosen teladan se-indonesia. Ya, setelah surat pengunduran diri beliau ajukan, beliau mendapatkan kabar gembira tersebut dan sontak pengurus jurusan langsung 'tertawa' dan menanyakan kembali apakah beliau jadi mengundurkan diri sebagai dosen.
Akhirnya pernyataan itupun diurungkan dan beliau mengajar kembali seperti biasa di JTSL FT UGM.

Sekali lagi beliau adalah salah satu orang yang unggul dari segi kecakapan dan nilai prinsip yang beliau pegang. Saya mengakuinya. Dan saya mengakui orang-orang yang beliau pilih menjadi asistennya, Ibnu dan Herlina :)

Setidaknya saya mencoba menjadi lebih baik dalam mempelajari keilmuan dibidang saya ini. Teknik sipil. Perlu diingat juga, saya memilihnya saat SNMPTN Undangan dengan mantap dan tanpa ragu. dari 4 slot yang disediakan saya hanya mengisikan 1, Teknik Sipil UGM. Bidang yang pernah saya impikan, tak boleh saya sia-siakan. Saya harus maksimalkan ikhtiar saya. Atas dasar ibadah dan motivasi untuk meraih kebaikan hakiki serta mengusahakan agar ilmu yang saya dapat ini dapat bermanfaat bagi orang banyak, amin.

Sekali lagi saya bersyukur kepadamu ya Allah hari ini saya mendapatkan pengejaran yang luar biasa dari madrasah dunia Mu ini. Alhamdulillah.


20 Mei 2015
Ketika 4 kali tertampar oleh kenyataan
terpacu karena "LSDsun"
Ruang kuliah JTSL FT UGM

You Might Also Like

4 komentar

  1. Sekali kali mahasiswa memang perlu dipermalukan dikelas, agar kedepannya tidak melakukan kesalahan. Karena didunia pasca kampus tidak akan ada toleransi terhadap kesalahan yang kita perbuat! Pilih malu disini atau di luar sana?

    Keren mas!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih ellena, maaf baru respon.
      Sip sip Semangat!

      Hapus
  2. Pak tff fix!! Emang keren bgt mas vempi! Dikelasku jg: berenang-renang di samudra ilmu pengetahuan! Mrinding pas dengernya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha. Mari manfaatkan waktu-waktu berharga masa kuliah untuk belajar sebanyak mungkin, apapun. Sebelum semuanya terlambat dan penyesalan datang. :)

      Hapus

Subscribe