Cerita Sebulan di Pare

Oktober 09, 2016

Saya rasa sebulan ini cukup memberikan kesan yang baik bagi saya, setelah beberapa bulan masa transisi. Beberapa bulan yang membuat saya sempat bingung karena berubahnya kebiasaan harian, dari seorang mahasiswa menjadi seorang Sarjana-yang dalam arti kata lain menjadi pengangguran sementara. Haha.

Satu bulan ini saya memilih untuk pergi dan meninggalkan sejenak kota Yogyakarta, untuk belajar dan menuntut ilmu, sebagai salah satu jalan yang harus saya tempuh untuk segera menghilangkan status saya sebagai pengangguran. Selain itu, lagi-lagi, saya juga ingin menjeda sejenak aktivitas saya untuk menenangkan diri sebelum benar-benar bertempur. Satu bulan yang saya harap cukup untuk menciptakan beberapa loncatan kecil ke pencapaian yang lebih tinggi lagi.

Kemampuan bahasa asing adalah salah satu yang bisa melepaskan saya dari status sementara ini. Ya memang, kami pencari beasiswa dituntut beberapa persyaratan yang kadang memang harus sangat diperjuangkan. Apalagi jika kemampuan kita disuatu hal tersebut belum sebanding dengan persyaratan yang ditetapkan. Maka pilihan satu-satunya adalah berusaha keras untuk meningkatkan kemampuan kita hingga sampai pada suatu titik yang diinginkan.

Pare, adalah tempat yang saya pilih sebagai tempat saya belajar sebulan ini. Nama daerah yang pasti sudah tidak asing lagi di telinga orang-orang, apalagi mahasiswa. Para pejuang dari sabang sampai merauke berbondong-bondong datang kesini. Untuk belajar bahasa inggris untuk berbagai keperluan mulai dari untuk persiapan study luar negeri hingga persiapan tes kerja ataupun sekedar meningkatkan skill oral-speaking. Tempat yang mungkin dulunya hanyalah kecamatan biasa, sekarang berubah menjadi wilayah sangat populer layaknya kawasan kampus di kota-kota besar. Pemandangan yang menurut saya sangat aneh dan mengherankan bagi saya. Karena hanya disinilah kalian akan temukan ratusan Lembaga Bimbingan Belajar Bahasa Inggris bertebaran dimana-dimana seperti tempat kosan yang bisa dengan mudah kamu temui di daerah sekitar UGM.

Ditemani salah satu sahabat saya, ibnu, kami merantau ke pare. Pastinya, untuk tujuan belajar bahasa inggris khususnya untuk meningkatkan kemampuan kita di TOEFL.

Kesan sangat baik menyambut kami disini. Dengan suasana dan lingkungan yang terkondisikan. Melihat beberapa orang bersepeda, tertawa dan bercanda bersama, sambil melatih kemampuan speakingnya adalah pemandangan yang tak bisa saya temui ditempat lain. Tak jarang pula melihat orang dengan percaya diri unjuk gigi kemampuan public speaking di pinggir jalan atau didepan cafe-cafe. Pastinya hal itu akan sangat aneh jika kita lakukan di tempat lain, namun tidak disini. Semua bebas berekspresi khususnya dalam hal kemampuan bahasa Inggris. Bertebaran dimana-mana baliho spanduk berisi nama lembaga bimbingan belajar bahasa inggris, yang menawarkan berbagai program-program unggulan. Emperan-emperan rumah disulap menjadi tempat belajar hanya dengan perlengkapan tambahan seperti tikar dan papan tulis. Warung-warung makan pun tak kalah populer, bahkan mungkin jumlahnya hampir sama dengan lembaga bahasa inggris. Sebagai suatu jawaban atas kebutuhan makan para murid-murid les tiap harinya. Banyak lagi lainnya. Sungguh seperti bukan suatu kecamatan kecil layaknya di kabupaten-kabupaten lain.

Kami memilih salah satu dari sekian banyak lembaga kursus. Hanya berdasarkan informasi yang tersedia di website dan testimoni di beberapa blog. Akhirnya kami memilih Elfast sebagai tempat belajar kami selama sebulan. Saat pertama datang dan melihat kondisi camp, saya rasa kami tidak salah dalam memilih. Kondisi Camp bersih dan fasilitasnya cukup memadai. Kesan baik kedua ketika saya bertemu satu persatu kawan-kawan seperjuangan TOEFL Camp periode September 2016. Saya diberi kesempatan untuk dapat mengenal orang-orang yang hebat dan fokus dalam menjalani program di pare, dengan latar belakang yang tidak neko-neko dan memiliki kepribadian yang baik. Saya juga kagum dengan semangat mereka yang datang jauh-jauh untuk menimba ilmu di kota kecil pare untuk meraih tujuan mulia masing-masing. Kesan baik ini saya rasa akan membuat saya semakin betah disini dan dapat memacu semangat saya untuk dapat berjuang lebih keras.

Saya sangat menikmati proses selama sebulan ini. Ditengah proses pembelajaran yang sangat padat, saya menemukan makna lain. Makna akan suatu proses yang tak sekedar mengalir dan dijalani begitu saja. Sebuah proses yang menjadi sangat berkesan dan meninggalkan banyak pelajaran bagi saya. Pelajaran yang mempunyai artian lebih luas jika dibandingkan hanya sekedar belajar bahasa Inggris-TOEFL. Saya dapatkan nilai kekeluargaan yang sangat erat diantara kami, khususnya kawan-kawan sekelas. Kekeluargaan yang dari waktu ke waktu semakin terpupuk hingga terjalin kedekatan yang bernilai positif antar satu sama lain.

Sebulan menjadi waktu yang sangat cepat bagi kami. Sebulan yang meninggalkan suatu cerita tersendiri bagi masing-masing. Tentunya tak ada hal yang lebih baik dari hubungan kekeluargaan ini selain semangat kebermanfaatan dan saling berbagi kebaikan satu sama lain. Dengan latar belakang yang berbeda-beda, pembelajaran yang kami dapatkan menjadi lebih luas, kaya akan sudut pandang yang berbeda. Pun umur, latar belakang dan daerah asal tak menjadi batasan kami untuk saling memberikan inspirasi. Yang lebih senior dapat menjadi sosok kakak yang bijak dengan nasehat-nasehat dan motivasinya. Sebaliknya yang lebih muda pun juga bisa menjadi inspirasi tersendiri bagi yang lebih tua atas segala semangat dan perjuangan mereka. Semuanya saling menginsipirasi. Semuanya merasakan mendapatkan kesempatan berharga dapat bertemu satu sama lain.

Tulisan ini saya tulis bersamaan hari-hari kepulangan kalian ke tempat masing-masing. Ditemani HP dengan notifikasi Grup Whats App yang ramai akan ucapan selamat jalan, hati-hati dan ucapan sampai jumpa. Sudah saatnya pula kita kembali ke aktivitas masing-masing, kawan. Terimakasih banyak atas cerita singkat namun sangat berharga ini. Saya percaya pertemuan ini akan menjadi salah satu jalan kesuksesan masing-masing di masa depan. Semoga kelak kita dapat bertemu lagi dalam keadaan yang lebih baik di step kehidupan yang lebih tinggi. See you on top guys!



You Might Also Like

5 komentar

  1. wow ternyata si vampire so sweet juga ya hehe aku jadi ikut buka blog yang sudah lama bersarang laba laba -_- sukses terus bang!

    BalasHapus
  2. Boleeeh juga vemp, lanjutkan ! Sukses yaaa ngrantau ke tempat yg lebih jauh :)))

    BalasHapus
  3. Boleeeh juga vemp, lanjutkan ! Sukses yaaa ngrantau ke tempat yg lebih jauh :)))

    BalasHapus
  4. Sweeeet nyaaa . Baper kan vem jadinyaaa . Sukses selalu buat kita . Semoga allah selalu mendekatkan kita dengan hal hal yg baik. Amin .

    BalasHapus
  5. Hehehe...
    Aamin..
    Sukses buat kita semua, kawan-kawankuh :D :D

    BalasHapus

Subscribe